19 Juli 2012

Hanya ingin dan hanya bisa.

liat tulisan ini di draft. cukup jelas, sekaligus cukup gantung. dan gak tau apa maksudnya menuliskan ini. haha.. selamat membaca! :)

Dari kecil, kata ibuku, di antara ketiga anaknya, akulah yang paling jarang nangis. Diem mulu.

Sekarang sebagian sifatku masih sama, yaitu diam. Aku lebih suka mengamati, melihat yang terjadi, mendengar yang bersuara, merasakan yang teraba, mencium yang terhirup, dan mengirim semua itu ke otakku, untuk ia menganalisis terlebih dahulu. Itulah sebabnya aku lebih suka diam ketika berada di antara orang banyak. Aku tidak suka orang yang menyelak pembicaraan orang, terlebih orang yang berbicara kepada orang lain ketika ada orang lain yang memang sedang diberi waktu untuk berbicara. Ketika orang lain menanyakan kenapa aku diam, akupun akan menjawab, "Kan ada yang lagi berbicara." Maksudku ketika belum giliranku tiba untuk berbicara, maka saatnya aku untuk diam dan mendengarkan.

Judul dia atas membuatku berpikir akan sifatku ini. Aku hanya ingin diam atau hanya bisa diam?

Di suatu keadaan seperti di atas, saatnya menempatkan diriku untuk aku hanya ingin diam untuk mendengarkan orang lain. Bukan hanya bisa diam. Aku akan berbicara ketika aku merasa perlu berbicara.


Blog baru!

Hola bloggie! Mengingat kebutuhan akan portfolio untuk melamar kerja, gw mencoba bikin blog baru yang isinya cuman portfolio.. haha..

 cekidot!

14 Juli 2012

Senyuman Mario Bros

Hai bloggie!! Sudah lama sekali tidak menulis anda. Meskipun sudah lama, tapi selalu ada catatan "to do write" di dalam catatan pribadi gw kog.

Kali ini yang mau gw tuntaskan adalah tentang senyuman Mario Bros. Berawal dari sejak pindahan ke rumah gw yang sekarang di Kelapa Nias 9, gw setiap pagi pasti dianter si koko gembil pake motor ke sekolahan. Di saat gw pergi itu, selalu melewati rumah-rumah yang laen kan, sampailah pada satu rumah yang selalu supirnya menunggu di luar rumah pada waktu keberangkatan gw tersebut.

Baik gw maupun si koko gembil gak ada yang kenal sama pemilik rumah itu, maupun supirnya. Tetapi anehnya dan lucunya, si supir ini selalu memberikan senyuman serta sapaan ke gw maupun koko gembil. Hehe..

Supir ini selalu rapih mengenakan seragam safarinya yang berwarna biru tua. Rambutnya cepak culun, kulitnya coklat, perutnya lebih maju dari orang normal. Hehe.. Ditambah kumisnya yang disertai rentetan giginya ketika memberikan senyuman terbaiknya di setiap pagi buat gw dan koko gembil.

Sampai beberapa saat lalu, kalo kuliah gw dianter si koko kurus, si supir itu pun tetap memberikan senyuman kepada gw dan koko kurus. Meskipun motornya udah ganti, dan helmnya udah ganti. Dia tetap mengenali gw.. Haha..

Terkadang Pak Supir ini juga gak cuma sedang berdiri di depan rumah majikannya ketika kita melintas. Dia terkadang juga sedang bertugas mencuci mobil majikannya. Dan seperti yang sudah hapal setiap waktu kita lewat, dia pasti menyempatkan diri untuk memunculkan kepalanya dari balik mobil.

Kalo pulang dari kampus, biasa gw jalan kaki dikit masuk ke kompleks rumah gw. Di perjalanan itu, gw harus melewati satu warung, yang biasa gw lalui begitu aja. Sampai suatu hari ada yang manggil gw, "Non!" ternyata si Supir Mario Bros yang sedang nongkrong! haha.. Dia ajak ngobrol bentar deh, nanya udah kuliah? Berapa lama lagi kuliahnya?

Sekarang, sudah sekitar 7 tahun gw selalu mendapat senyuman dari Supir Mario Bros ini. Ketika si Supir Mario Bros ini gak masuk kerja, gw pun suka merasa ada yang hilang kalo gak dapet senyum sapaan dari dia. Sampe sekarang gw memang gak tau nama asli si supir tersebut, tapi yang pasti senyumannya udah cukup mengenal keramahan seorang Supir Mario Bros itu.

Selama 6 bulan terakhir ini gw juga meneruskan senyuman Mario Bros itu ke tukang sapu jalanan di pinggir Universitas Trisakti. Kasian tukang sapu jalanannya, udah kakek-kakek, kecil, kurus gitu. Dan kalo dia membales senyuman gw, selalu yang keluar hanyalah gusinya, giginya udah ompong semua. Tapi agak sebel juga sama dia, karena sampe sekarang masih ngerokok.

Semoga kita bisa jadi Mario Bros bagi orang lain juga. :)




18 Januari 2012

Penolakan

hemm, seminggu yang lalu gw abis sidang proposal buat Tugas Akhir.

Proyek pertama yang gw ajukan adalah Museum Jurnalistik yang berangkat dari fenomena "rendahnya animo masyarakat terhadam jurnalime surat kabar nasional". Padahal gw udah semangat banget pengen bikin itu. Tapi terhambat oleh koleksi dari museum itu. Gw harus tau
  • jenis koleksi dari museum itu
  • banyaknya koleksi dari tiap jenis tersebut
  • dimensi dari masing-masing koleksi
  • cara penyajian dan penempatannya
Yang ditakutkan oleh dosen pembimbing gw adalah gw ga mampu menjadi kurator dalam proyek ini. Kapan waktu ngumpulinnya? Emang bener sih. Tapi sebenernya gw ga pengen maen di koleksinya. Gw bilang koleksinya cuma mau surat kabar dan dikemas secara DIGITAL. Tetapi dijawab, "Itu namanya kamu cuma menggampangkan!" okeeeeeee...

Padahal gw udah tau gimana memainkan perasaan orang di museum itu. Gw pengen pengunjung bukan hanya menikmati koleksi aja, tetapi juga turut meRASAkan perjuangan kehidupan pers nasional sejaka zaman kemerdekaan hingga mencapai titik kebebasannya sekarang ini. Permainan itu mau gw capai dari:
  • Lighting
  • Permainan Elevasi
  • Permainan Aroma
  • Penyempitan Ruang
  • Perbedaan Material
Tapi, karena sudah ditolak, maka pupuslah sudah harapan untuk proyek itu. :(

Proyek kedua yang gw coba ajukan adalah Rumah Aspirasi. Proyek ini berangkat dari fenomena "maraknya aksi demonstrasi yang menghiasi kehidupan Jakarta". Yang gw liat adalah sebenernya mereka demo juga ga ada yang denger dan ga ada yang peduli juga. Kan kesian.. Sebenernya mereka pengen ngomong, cuma aja ga tau mau ke mana ngomongnya..

Nah, makanya gw buatin rumah aspirasi ini, yang ternyata merupakan salah satu program kerja DPR dalam penyerapan aspirasi masyarakat. Tapi justru karena ini proyek pemerintahan, ini jadi proyek yang penuh dengan kepentingan. Gak bisa netral gitu deh katanya. Penutupnya, si dosen pembimbing gw yang terkenal killer itu bilang, "Proyek kamu absurd!"

Okeh, inilah kisah tamatnya kedua proposal pengembangan desain proyek gw. :(

Dan dalam waktu kurang dari 12 hari lagi, ada pengumpulan tahap dua untuk dua buah proposal baru lagi. Tapi sampe sekarang belom punya ide yang berkenan di hati.

Katanya butuh KOMPLEKSITAS. Harus cari yang bisa banyak distudi, dan diselesaikan secara arsitektural, punya karakteristik khusus, tapi proyek yang real layaknya kita menjadi seorang arsitek di dunia nyata nanti.

02 Januari 2012

Anggaran Biaya

Selamat Tahun Baru, blogger!

Kemarin di kebaktian awal tahun, saya sangat terkagum dengan ayat yang menjadi pengantar pemberitaan firman. Tema kebaktian awal tahun ini adalah " Menata jejak-jejak baru di tahun yang baru"

Ayat pengantarnya dari Lukas 14: 28 - 32

Yang keren di ayat ke 28 yang berbunyi:

14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Ini ayatnya arsitek banget dah! Di semester tujuh kemaren, gw baru aja mengambil mata kuliah "Metode Persiapan Konstruksi" atau dulunya namanya "Manajemen Konstruksi". Di mata kuliah ini kita belajar bikin Rencana Anggaran Biaya (RAB), Kurva S, Bar Chart, Network Planning. Terus ketika denger ayat ini, langsung berasa AMAZE banget! Ternyata sebuah pelajaran ini udah ada dari sekitar 2011 tahun yang lalu. Orang dulu aja udah ngerti bikin anggaran biaya. Sekarang sebenernya kita cuma 'ngikutin' apa yang udah mereka lakukan dulu.

Gilak! Sungguh gilak! Ternyata di Alkitab aja tuh kaya ada perannya seorang arsitek. Terlebih pelajaran yang ternyata udah mereka pahami dari dulu. Emang Alkitab bukan buku yang paling ideal, karena dia ga memenuhi semua kategori secara ideal. Tapi dia kaya buku yang tau semuanya.Ya jelaslah, orang Tuhan yang Mahatahu yang buat.. :)