24 Juli 2010

buka mata

Indah ini tidak hanya untukku dan untukmu.
Terulang kenangan yang merenggut kendali emosiku.

Tak tahu harus disimpan di mana rasa ini.
rasioku terus mengelak,
mempertahankan keberadaannya

satu hal,
mataku tidak tertutup
untuk melihat hatimu.

18 Juni 2010

Tamparan

Aku orang yang mudah tersinggung, tetapi sangat tidak suka berlama-lama berantem atau diem-dieman. Tapi tamparan kali ini bukan dari orang yang dekat, tetapi membuat diriku cukup malu di hadapan teman sejawatku.

Selasa lalu, 15 Juni 2010
Tugas teknologi arsitektur 4 dilakukan sidang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hal yang telah kita buat selama setengah semester. Bukan hal gampang dan mudah untuk dilalui memang. Masih terekam jelas, minggu lalu, sehari sebelum pengumpulan tugas saya dan teman sekelompok saya tidak memliki waktu tidur yang cukup. Saya melewati hari tanpa tahu batasan mana pagi dan mana malamnya.. Semuanya berlanjut dan berlalu begitu saja.

Sekarang saatnya pertanggungjawaban. Kami akan ditanyakan oleh dosen yang selama ini bukan dosen pembimbing kami. Hal ini mungkin untuk membuat nilai yang diberikan menjadi objektif dan bukan penilaian subjektif semata dari dosen yang membimbing kami selama tugas berlangsung. Sehingga terjadilah penilaian yang dilakukan oleh dosen lain.

Karena bukan saat yang seharusnya sidang tersebut berlangsung (penundaan terjadi karena si dosen penguji sakit), teman sekelompok saya harus menjalani ujian yang berlangsung di waktu yang sama dengan waktu sidang tersebut.

Tibalah giliran saya disidang. Sedangkan teman sekelompok saya masih harus menjalani ujiannya. O.o... Saya menjadi semakin grogi dan takut karena menghadapi sidang sendirian..

Tugas saya ini membicarakan sistem bangunan tinggi. Bangunan yang saya pilih adalah salah satu hotel di Jakarta.

Dosen penguji ini bertanya, " Hotel in tidak ada jendelanya nih?"
saya menjawab, "Mungkin karena skalanya kecil, jadi ga keliatan, pak. Mustinya sih ada."
gambar yang disajikan pada saat itu adalah denah berskala 1:200

lembar demi lembar dikomentari oleh si dosen penguji, yang menurutnya tidak ada gambar yang jelas dan definitif untuk dijadikan sebuah proyek.

Berlanjut ke gambar blow up detail dengan gambar denah unit berskala 1:50
Dosen: "Ketahuan kan bohongnya. Ini di skala 1:50, jendelanya juga ga ada. Memang tidak dibuat kan?"
Saya: "O iya, pak.."
Dosen:" Kamu agamanya apa?"
Saya: "Kristen, pak."
Dosen:" Setahu saya di agama Kristen juga diajarkan 'Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan'. Sama saja seperti 'takut berbohong adalah permulaan pengetahuan."

ya, inilah tamparan yang saya maksudkan. gemetar memang ketika ditanya agama yang menurut saya itu adalah hal yang tidak biasa disentuh dalam dunia universal seperti di kampus. terlebih ketika saya mendengar kalimat dari dosen tersebut.
Saya merasa gagal dan telah mencoreng nama Kristen, setidaknya dalam pandangan si dosen yang saya tidak ketahui agama yang ia percayai.

Saya:"Iya, pak.."
Dosen: "Ya, akui sajalah kalo memang salah. Dengan begitu saya juga akan puas, dan tidak ada dendam lagi. Kalo memang salah, kenapa harus membela diri?"
Saya:" Iya, pak saya salah.."

Ya, ini juga tamparan kedua. Saya orang yang seringkali bersikukuh dan tidak mau disalahkan. Sering menggelincirkan diri dari penuduhan dan tidak mau jadi tersangka.

Dan kali ini saya akan memberikan pengungkapan yang mungkin masih menjadi bagian dari sifat saya untuk mengelak dari kesalahan?

Tugas tersebut saya kerjakan berdua dengan teman sekelompok saya. Dan bagian denah berjendela itu adalah bagian teman saya yang mengerjakannya. Saya juga turut mengerjakan, namun berupa tindak lanjut dari bagian yang ia kerjakan, sehingga saya tidak memeriksa kembali apa yang telah ia kerjakan, dan tidak menyadari kekurangan tersebut.

Seharusnya ketika ditanyakan jendela, memang salah saya. Karena saya takut dianggap tidak tahu dalam pengerjaan tugas, maka saya menjawab asal. Berimbaslah ke kasus berikutnya.

Dari sidang hari itu saya belajar untuk:
Tidak berbohong- karena kebohongan akan membuahkan kebohongan lain dan teruslah ia beranak cucu sampai tercium kebusukannya
Mengakui kesalahan-hanya yang pemberani yang mau mengakui

Hal yang sulit memang, tapi teruslah berusaha untuk melakukan kedua hal tersebut. Hasilnya nyata:
setelah itu pertanyaan-pertanyaan dari si dosen saya jawab jujur dan lepas dari pengelakan, hati saya merasa lega dan tidak setakut sebelumnya. Si dosen pun hanya tersenyum , tetapi tetap menjadikan kesalahan saya sebagai gurauan. Yah, yang penting saya sudah belajar jujur lah, terserah ia mau mempercayainya atau tidak.

23 Desember 2009

Diam

Aku diam.
Aku diam dan bungkam.
menyimpan rapat setiap kelam.

Aku tak ingin bicara.
tak ingin kubagi luka.
cukup aku saja.

Diriku merebah.
merebah untuk berubah.
dengarlah,
lantunan yang menggugah.

Sungguhkah?
Menggugah?
AH, sampah!

Jangan usik aku lagi.
Biarkan aku terus begini.

03 Agustus 2009

Kelompok Kecil

Sebelumnya gw mau mendefinisikan dahulu apa maksudnya kelompok kecil itu sendiri. Kelompok kecil itu, sekelompok anak-anak yang seumuran yang dibimbing untuk tumbuh bersama dalam kehidupan rohani mereka. Tahun ini gw memiliki satu kelompok kecil. Peran gw di dalam kelompok kecil ini adalah sebagai pembimbing.

Dari dulu, gw emang ga pernah suka sama yang namanya anak kecil. Rese, nyebelin, ribetin orang, mau tau segala hal, suka ikut-ikutan, pokonya ga suka deh. Hmm.. Lalu sampailah suatu kali gw sering dismsin sama seorang anak perempuan yang usianya lebih muda lima tahun dari gw. Dia itu temennya sepupu gw. Gw tau anak perempuan ini dari kecilnya. Tau tapi belom kenal. Dari si anak perempuan inilah gw belajar mengerti dunia mereka. Ya mungkin dia bukanlah anak kecil lagi, tapi cukup membuat gw belajar menyelami dunia seusia mereka yang lebih muda dari gw. Bukan berarti sekarang gw udah tua, tapi ternyata dunia mereka itu unik. Sama uniknya dengan dunia gw. Dari si anak perempuan ini, gw mulai menyukai untuk tahu apa yang ada dalam dunia mereka. Sedikit bernostalgia dengan masa ketika gw seumur mereka. Sampai ahirnya gw memutuskan mau menjadi pembimbing kelompok kecil.

Gw menjadi pembimbing Kelompok Kecil (KK) bagi anak-anak yang beda umurnya enam tahun lebih muda dari gw. Wah, pertama-tamanya sih cukup susah ya. Sekarang gw yang udah kuliah, harus me'nyambung' kan diri ke mereka. Kebanyakan para pembimbing KK yang lain masih duduk di bangku SMA. Tapi, setelah empat kali pertemuan, yang adalah minggu kemarin tepatnya, rasanya gw sudah mulai bisa memasuki dunia mereka.

KK gw terdiri dari tujuh orang anak perempuan yang cukup beragam. Memang sekarang gw masih tahap pengenalan akan mereka. Tapi, seru banget deh pokonya. Mereka lebih bawel daripada gw. cukup cocok sih dengan karakter gw sebagai pendengar yang baik.

Percakapan kemarin dimulai dari doa buka. Mereka udah berinisiatif loh buat menunjuk siapa yang doa buka pada pertemuan kali ini. Lanjut, ngobrolin berbagai macam hal. Dari film, lagu, hp, tata liturgi, facebook, sekolah, ekskul, dan sampai ahirnya kesentuh juga topik ini. Topik COWO. Cukup kaget juga sih mereka mau ngaku dan cerita-cerita soal ini. Ternyata ga sesusah yang gw bayangkan untuk membongkar tentang ini. Tapi tentunya masih ditambahkan pesan, " Tapi cici jangan bilang siapa-siapa ya!" Hehe..

Pertemuan kali ini juga cukup enak. Mereka yang tadinya ga pernah menanyakan apa-apa tentang gw, kini mulai nanya. Gw kuliah di mana, jurusan apa. Dan untuk topik cowo itu, gw juga disuruh ngaku udah pernah pacaran berapa kali. Haha.. Ketika membuat pengakuan, si pipin meminta yang lain suruh diam dahulu. Lucu deh si pipin, dia yang sering meminta teman-teman yang lain untuk mendengarkan gw berbicara. hehe..

Kemarin, Maya juga membagi makanan Lucky nya buat kita-kita. SENANGNYA, mereka bilang, " Enak yah kalo tiap KK kaya gini. Cerita-cerita, terus bawa makanan." Kemudian Maya bilang," Itu mah namanya makan bersama." Hehe.. Emang dari awal gw udah bilang ke mereka kalo KK itu ga formal-formal amat, bisa sambil jalan-jalan, dll..

SENENG Banget punya KK yang ini. Padahal awalnya gw takut ga nyambung sama mereka. Karena anak-anak KK gw ini adalah beberapa orangnya pecinta mode gitu, jadi mereka cukup modis. Sedangkan gw lebih suka sesuatu yang simpel. Tapi ternyata perbedaan di antara kita menghasilkan sesuatu yang indah.

Mereka kemarin ada di gereja sampai jem 2 an. Pada foto-foto, ngobrol, dengerin lagu. Ga berasa banget pertemuan kemarin gw ngobrol-ngobrol sampe setengah jeman lebih. SENANG!

Terima kasih Tuhan. Semoga kita bisa tumbuh bersama dalam KK ini.

14 Juli 2009

Personality.

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

Your views on education

Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.

The right job for you:

You have plenty of dream jobs but have little chance of doing any of them if you don't focus on something in particular. You need to choose something and go for it to be happy and achieve success.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don't ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx