22 Mei 2009

Cogito Ergo Sum

Hari ini merupakan hari bete tingkat tinggi. Si Icsan aja ampe takut gitu pas ngeliat muka gw tadi.. Haha.. Kata orang-orang muka gw suram banget. Hari ini ngumpulin tugas Teknologi Arsitektur dua, yang tugasnya sangat BESAAAAAARR.. haha.. Bete ah kalo ngomongin itu lagi.

Tiap kali menghadapi tugas atau masalah yang sangat besar, pengen dan bahkan berHARAP bahwa esok adalah hari kiamat. Tapi,,,,, sayangnya harapan gw ga pernah terkabul..

Bahkan..

Tuhan selalu dengan baiknya memberikan satu hari dan satu hari dan satu hari yang selalu BARU lagi buat dijalani.

Lanjutnya, mau ngomongin tentang berpikir. Waktu itu gw udah pernah nulis tentang kalimat favorit gw dari filsuf bernama Rene Des Cartes. yang dalam bahasa Latinnya adalah "Cogito Ergo Sum" atau yang diIndonesiakan menjadi "Aku ada karena aku berpikir".

Kalo dulu gw cuma ngebahas bagaimana gw seorang pemikir, ternyata itu cuma bagian yang sangat kecil dari sebegitu besar dan luasnya makna kalimat tersebut. Kalimat itu sangat mempengaruhi dunia di berbagai bidang dan juga gw rasa bakalan dipakai terus menerus sepanjang zaman.

Proses terjadinya pembentukan kalimat itu ternyata ADA. Si filsuf tersebut mereduksi-mereduksi semua hal, sampai Ia menemukan hal yang paling esensialnya, yang udah ga mungkin lagi dihilangkan. Ya itu tadi, karena ia berpikir, maka ia ada di dunia ini.

Dari paham inilah membuat manusia menjadi rasional. Manusia bebas berpikir untuk menjadi manusia yang bebas bertindak.

Uniknya, pengertian ini gw dapatkan di mata kuliah Sejarah Arsitektur dua. Ternyata kalimat tersebut telah menjadi sejarah di masa lalu dan mungkin akan terus menjadi sejarah bagi masa depan. Karena dari kalimat inilah orang berangkat menjadi manusia BEBAS dalam memiliki pikiran (ide). Arsitektur turut terpengaruhi kalimat dari Des Cartes ini. Pencarian hal esensial dari arsitektur itu sendiri sebenarnya apa.

bah.. Pokonya ternyata tuh kalimat keren abis dah. Gw suka banget sama pelajaran yang diberikan di sejarah kali ini. Ga cuma pelajarin arsitektur, tapi bagaimana bidang lain turut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh Arsitektur. Tapi dari sini juga gw merasa kalo gw masih sekutu dari banyaknya tumpukan buku yang harusnya gw baca buat nambah pengetahuan gw.

16 Mei 2009

-- - - - - > + - - - - > --

Sebenernya ini cuma pengalaman simpel di bus transjakarta..

Tadi gw pulang dari kampus, nyampe di halte busway pukul18.00. Menunggu bus yang langsung ke arah pulogadung. Gw nunggu di halte tersebut sekitar satu jam lebih dengan kondisi padat, hampir menempel satu sama lain, dan ketika bus berhenti dan terbuka di halte tersebut, kadang tergencet juga. Dengan bawa-bawa tabung gambar yang mungkin disangka orang gw tukang tuak keliling.. Haha.. Atau ada yang nyangka gw drumer karena bawa itu tabung.

Nah, akhirnya masuk juga ke dalam bus. Berdiri dan bergelantungan. Ketika jalanan di sekitar Taman Anggrek situ begitu macet. Tambah bete dan cape.

Tau-tau, ada orang yang suruh gw duduk di tempat dia. Dia berdiri begitu aja, menggantikan posisi gw yang bergelantungan tadi. Padahal gw ga minta, dan ga mengeluh ketika berdiri yang di mana posisi gw pada saat itu ada di depan dia. Gw kira nih orang udah mau turun. Taunya kaga. Seneng dan bersyukur banget dapet tempat duduk. Setelah satu jam lebih berdiri.

Nah, sampailah di satu halte sebelum gw turun. Orang tersebut duduk di sebelah gw, yang kebetulan emang bus udah mulai kosong. Tas gw tergencet kakinya. Dia minta maaf. Terus nanya kuliah di mana? Gw jawab dengan setengah suara.

Muncul lagi pertanyaan lain, turun di mana? O.O.O.o.o.o.o.... Mulai curiga. Akhirnya gw turun dengan selamat.

Bingung deh kalo menghadapi orang kaya gitu. Waktu pertama gw lihat nih orang, kayanya serem. Pakenya item-item, gelap gitu deh. Eh, taunya dia ngasih gw tempat duduk. Tapi setelah dikasih, gw malah kembali takut pas dia nanya-nanya hal yang kaya gitu..

Ada lagi satu tante-tante yang tiap pagi ketemu di halte bus yang sama. Di suatu pagi kita ngobrol karena bersebelahan di dalam bus. Akhirnya ampe sekarang kita temenan gitu. Tiap pagi pasti kasih senyuman.

Sebenernya terkadang kita jadi apatis sama lingkungan sekitar dengan adanya handphone atau telepon genggam, hingga lupa buat ngobrol dan perhatian ama sekitar kita.

09 April 2009

Malam ini Ia tertidur lagi.

Malam ini Ia tertidur lagi. Lupa mengucapkan kata.

Malam ini Ia tertidur lagi. Tak tahukah Ia kalau gendang telinga ku merindukan frekuensi suaranya?

Malam ini Ia tertidur lagi. Kiranya ada yang membisikkan kata-kataku dalam benaknya.

Malam ini Ia tertidur lagi. Meninggalkan aku berkelana dengan malam.

Malam ini Ia tertidur lagi. Semoga di lelap tidurnya masih ada aku.

03 April 2009

Menulis (lagi)

Senangnya bisa nulis di blog lagi. Hal ini bisa gw lakukan karena seminggu ke depan adanya libur bagi kuliah. ASIK!!
Liburan yang artinya bisa bangun siang daripada biasanya. Liburan yang artinya bisa berleha-leha dan menonton TV atau main komputer atau BACA KORAN-- ini yang paling utama. Hehe.. Gw jadi buta kalo ga megang koran.
Walaupun sebenarnya di liburan ini masih ada dua tugas yang menanti untuk dikumpulkan ketika masuk nanti. Belum lagi kalo mengingat masa-masa Ujian Tengah Semester(UTS) yang baru saja usai dengan hasil yang tidak begitu memuaskan ketika pengerjaannya. Gimana nanti kalo kuar hasilnya? Parah.. Parah..
Satu hal yang bisa gw lakukan lagi adalah blogging.. hoho..
Hari rabu kemaren abis ketemu Tadjell lagi. Dia udah berponi miring. Foto-foto di Burger King. Nongkrong di situ ampir 2,5 jem.. Ternyata asik juga. Menghasilkan 28 foto.. haha.. Gaya gw di foto-foto itu ampir sama semua.
Memberikan SoeL sepotong kue dari Secret Reciepe.. Hoho.. Aneh kue yang gw dan Tadjell pilih.. Kaya isinya cream semua. Pulang deh. Jadi kangen ama yang lainnya.. Tadi pas gw jalan berdua ama Tadjell, dia ngomong, "Dari yang biasa jalan rame-rame, jadi tinggal berdua, pi.."
Iyah, dari yang ada Tadjell, Tephi, Tika, Marisol, Unike, Sonia, Inge, dan Cingey (T3_MUSIC), jadi tinggal berdua.

Jadi kangen Sonia, Inge, Tikdunk, Uni, Cingey, SoeL, Tadjell.

21 Maret 2009

Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang selalu gw nantikan. Karena hari itu hari terakhir untuk bangun pagi buat pergi ke kampus. Hari yang gw bisa berleha-leha sejenak setelah seminggu penuh dikejar-kejar pengumpulan tugas dan terutama tidur yang kurang.

Tetapi Hari Jumat, 20 Maret 2009 ini sedikit berbeda dari Jumat-Jumat lainnya.

Pengalaman buruk yang terjadi dimulai di awal hari. Ketika gw pergi ke halte busway dengan menggunakan motor yang dikendarai kakakku, biasanya pada saat itulah gw bisa memejamkan mata sejenak untuk mengistirahatkannya. Di kala enak-enaknya memejamkan mata, muka gw kecipratan air, yang membuat gw tentunya terbangun lagi. Dan tahukah anda, ternyata air itu tak lain dan tak bukan adalah cipratan dari mobil yang melaju dengan begitu cepatnya di saat ada genangan air. Mobilnya city, melaju dengan sungguh cepat. Ga punya perasaan. Celana gw pun juga ikutan basah. Yang lebih kasian lagi kakakku itu, bajunya basah semua.
Langsung deh kata-kata yang gw ucapin, " Yang punya jalan tuh!" dengan nada sungguh kesal.

Lanjut, kehidupan di kampus masih seperti biasanya.

Letak perbedaannya pada saat pulang dari kampus dan menunggu bus ke arah pulogadung. Kami ( gw dan tiga temen gw lainnya) menunggu di halte jelambar. Kami maunya naik bus yang express, langsung ke pulogadung. Tetapi setelah sepuluh bus lewat, tidak ada bus yang kami harapkan tersebut. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk tetap menaiki bus yang tujuan pasar baru dan turun di Juanda.

Yang terjadi adalah kesesakan dan kepenuhan sangat tinggi yang kami rasakan di kala mengantri di halte Juanda. Di halte tersebut, tidak sesuai jumlah orang yang keluar dan masuknya. Orang-orang sudah mulai membrutal. Setiap kali ada bus arah pulogadung lewat, pasti mendorong, dan tak jarang sambil menyikut kanan dan kirinya untuk segera masuk ke dalam bus.

Setelah hampir satu jam kami menunggu bus, kami pun ga tahan. Keluar dan naik taksi. Itulah solusi yang kami gunakan untuk memecahkan masalah. Haaaaaaah.. sungguh sangat cape sekali.

Akhir minggu ini juga harus nyetupa.. Nama ini masih terdengar kocak di telinga gw.. Sama layaknya "ngebaks" yang diciptakan temen-temen gw, yang artinya adalah makan bakso bareng. wakakak..