26 Januari 2011

Dijambret oiii!!

Sabtu lalu, di pagi yang cukup cerah dengan awan menghiasi langit, dimulailah hari saya (artinya gw baru buka mata, itulah saat hari baru dimulai). Rencana hari ini ke gereja ambo yang berada di Gunung Sahari. Pukul 11.00 ada rapat Badan Pengurus Inti (BPI), yang merupakan rapat rutin setiap bulannya. Maka, berangkatlah saya pada pukul 09.50 dari rumah.

Ketika menikmati cuaca yang enyakk (nyam.. nyam..), ga panas, ga ujan, tapi mulai mendung. Tibalah di daerah kemayoran. Tempat yang dahulunya bekas lapangan udara, tentunya memiliki ruas jalan yang cukup besar. Dulunya buat pesawat, sekarang buat mobil. Dulunya tanah kosong, sekarang mulai bermunculan apartemen puluhan lantai.

Ketika mau mulai menaiki jembatan layang kedua, saya yang dibonceng motor oleh si koko, tetap santai dan tenang saja menikmati alam, sambil bermain pikiran begitu sampe mau makan mie deket gereja dulu. Tiba-tiba motor koko dipepet dari belakang, pikir saya "Ah, ini paling temen si koko"

Selang sedetik kemudian si motor tersebut, mengambil paksa tas saya yang berada di antara saya dan si koko. Reaksi saya adalah bengong, masih SIYOK kalo bahasa gaulnya, dan tidak sadar bahwa itu penjambretan, masih mengira itu teman si koko yang bercanda.

Oh, tidak! Begitu si penjambret itu berhasil, dia sempat menengok kembali ke arah saya dan menyeringai penuh kepuasan. Jijik melihat senyumnya! huh! Barulah di titik tersebut saya sadar kalo itu namanya penjambretan.

Padahal itu siang hari loh, bukan malem oi! Lalu, tas saya bukan yang bling-bling, dari bahan biasa, baru aja oleh-oleh si koko dari bali tahun baruan kemarin. hiks.. :(
Isinya, tentu lumayan berharga, hilangnya adalah:
1. Dompet kesukaan ambo (kombinasi abu dan hijau warnanya0
2. Kartu ATM BCA
3. SIM A
4. Kartu Tanda Mahasiswa
5. Uang Tunai tidak lebih dari seratus ribu rupiah
6. Foto masa TK umur 3 taon
7. Hp bb ku yang baru berusia dua bulan
8. Silicon bb yang baru dikasih sama David
9. Charger bb yang beranggapan mau ngecash nanti
10. Kotak pensil
11. Pensil rotring 0,35
12. Cutter +5 isi cutternya
13. Penggaris besi
14. Spidol warna warni
15. Flashdisk
16. Agenda seluruh rapat berkaitan Korem
17. Kunci Rumah
18. Dompet kecil isi uang kecil
19. Pensil dari Pipin
20. Buku Baju isi aneka rapat dan pikiran
21. Jarkom, Timeline, Budget paskah Korem 2011
22. Aneka must have item ala cewek


Ya, kurang lebih itulah kehilangan yang saya dapatkan, hikss... sedih loh, walopun ga nangis (dan kata orang muka gw tetep santai) haha.. Abis ga diomelin juga ama nyokap dan koko dan lainnya..

Untungnya, saya tidak mempertahankan tas tersebut, memang lagi ga terjaga gitu. Coba kalo lagi dipegang, terjadi perlawanan, motor oleng, tambah bisa kecelakaan lagi. Masih harus bersyukur sih, walaupun banyak kehilangan.

Tapi satu yang didapat, FASE HIDUP, maka dari itu, tagnya adalah fase hidup.. Haha.. Ini pertama kali merasa dijambret oi!

17 Januari 2011

Seratus Persen

Mencicipi sebagian dari kehidupan pribadi saya. Nona yang mengaku dirinya seorang perfeksionis ini ingin berbagi kekurangan dan kelebihan menjadi orang yang seratus persen.

kelebihan:
  • selalu menghasilkan yang terbaik
  • tidak memiliki kesalahan, baik huruf dan tanda baca lainnya,
  • detail dalam setiap pekerjaan
  • mengerjakan dengan tahapan demi tahapan
  • sesuai prosedur yang ada

kekurangan:
  • tidak pernah merasa puas
  • terkadang sulit menerima kritik, menganggap dirinya yang paling benar
  • gatel melihat pekerjaan yang ga beres (meskipun bukan bagian pekerjaannya)
  • lebih lambat dalam bekerja

memang sulit untuk memberikan seratus persen, tapi ada kepuasan tersendiri yang saya dapatkan ketika selesai mengerjakannya.

Jadilah orang seratus persen yang tidak memiliki kekuran di atas
Jadikanlah itu tantangan, bukan alasan untuk berkata tidak dalam menyelesaikan pekerjaan!

04 November 2010

Arsitek dan Tuhan

Tadi pagi, ketika saya menempuh perjalanan menuju kampus, dengan otak yang masih segar, saya berpikir tentang: TUHAN dan ARSITEK. Apa hubungannya?

Dulu sewaktu ambil Mata Kuliah Umum Agama Kristen, kami disuruh membuat tugas paper mengenai agama dan jurusan masing-masing. Sang dosen pun menyatakan bahwa arsitek adalah rekannya Tuhan. Jikalau Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya, arsitek yang melengkapinya. Tuhan merancang dan merencanakan segala sesuatu sesuai urutan yang harus diciptakan terlebih dahulu. Supaya ketika manusia ciptaan terbaik-Nya, telah dilengkapi dengan penuh.

Sama seperti arsitek, tugasnya merancang dan merencanakan kebutuhan penggunan gedung yang sedang dirancang. Sehingga ketika si pengguna memasuki dan menggunakan gedung tersebut, maka semua kebutuhannya dipenuhi.

Lebih dari itu, Tuhan menciptakan detail kehidupan setiap insan manusia. Ia juga merancang tiap langkah kehidupan kita. Ia terlalu sempurna untuk berbuat salah. Ia terlalu baik untuk melupakan kita.

Di sini bedanya Tuhan dengan arsitek. Kami masih bisa salah. Penilaian kami sangatlah subjektif. Menurut sang arsitek baik belum tentu nyaman bagi si pengguna. Tetapi, kalau Tuhan arsitek hidup kita, Ia tahu yang terbaik untuk kita..

01 November 2010

Ramah Lingkungan

Yak, posting arsitekural lainnya sekarang ini.. hehe..
Lagi ikutan sayembara di UI nih ambo.. Buatnya bersama Natasha Pricilia. Membuat desain sebuah toko buku "ramah lingkungan" di stasiun.. Hal inspiratif yang dapat saya petik dari sayembara ini adalah kata ramah lingkungan tersebut. Kenapa?

Ketika kami mengasistensikan diri kepada Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara, Ir. Franky Liauw.. Awalnya beliau bercanda, " Ramah lingkungan, berarti suka tersenyum?"
Tetapi di tengah asistensi tersebut, beliau menyatakan arti ramah lingkungan yang sebenarnya.

Lihatlah di sekeliling stasiun tersebut banyak anak kurang mampu yang berkeliaran menjajakan berbagai usaha mereka, dari mulai jualan koran, semir sepatu, atau hanya sekedar minta-minta, dan yang lainnya turut memanfaatkan cuaca hujan menjadi ojek payung. Tidakkah ramah lingkungan tersebut dapat diwujudkan terhadap manusianya juga? Daripada mereka berkeliaran begitu saja, mereka dapat beristirahat dengan menelan isi buku-buku bacaan di toko buku yang kami desain.

Kami ingin menanamkan budaya membaca buku bagi anak-anak tersebut. Kita menyewakan buku untuk mereka untuk membaca di tempat. Kita ingin ramah terhadap mereka yang, kami yakin haus akan buku-buku bacaan.

Di sini kami juga memberikan beberapa kata mutiara:

1. Aku BISA karena BACA
2. Baca BUKU, buka DUNIA.


simpel kata-katanya, tapi itulah kenyataannya.
Meskipun sayembara ini belum ada pengumumannya, baik menang ataupun kalah, saya sudah mendapatkan hadiah untuk mengerti arti ramah lingkungan tersebut.

Terima kasih kepada Ir. Franky Liauw sebagai pembimbing
Terima kasih kepada Natasha Pricilia sebagai rekan kerja.. :)
Terima kasih kepada Jeanne Sheren sebagai rekan antar jemput (haha)..

12 Oktober 2010

Begitu Muda

Minggu ini adalah minggu yang pelik untuk saya dan rekan sejawat saya.. haha..
ya, minggu sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) adalah minggu yang berat, kawan. Karena semua pengumpulan tugas berhujanan di masa tersebut.

Ketika jalan pulang, dengan menebeng mobil seorang kawan, lagu favorit saya diputar. Gw adalah tipe orang yang menyukai musiknya terlebih dahulu baru cari tahu liriknya. Dan menurut gw, musik yang enak, pastinya mempunyai lirik yang dalem maknanya. Kebanyakan sih begitu ya ampe sekarang.

Jadi, baru malam itulah gw sadar kalo lirik lagu yang gw suka ini justru menimbulkan kontroversi antara ya dan tidak.

We are taking it easy
Bright and breezy
We are living it up
Just fine and dandy betul, sebagai orang muda ya harus 'take it easy'

We are chasing the moon
Just running wild and free
We are following through
Every dream, and every need liar dan bebas, mengikuti MIMPI

And it really doesn’t matter that we don’t eat laper tapinya..
And it really doesn’t matter that we don’t sleep tidak.. tidak.. kurang tidur sangat berakibat buruk
It really doesn’t matter, it really doesn’t matter at all

‘Cause we were so young then
We are so young, so young now
And when tomorrow comes
We’ll just do it all again apa iya, kalo esok kita dapat melakukan hal yang sama lagi?

We are caught in a haze
On these lazy summer days
We’re spending all of our nights just
A-laughing and kissing, yeah tertawa, yeah!

No it really doesn’t matter if we don’t sleep
No it really doesn’t matter if we don’t sleep it does really matter
It really doesn’t matter at all

And it really doesn’t matter that we don’t eat
And it really doesn’t matter that we don’t sleep
It really doesn’t matter, it really doesn’t matter at all

And it really doesn’t matter that we don’t eat
And it really doesn’t matter that we don’t sleep
It really doesn’t matter, it really doesn’t matter at all

The Corrs- So Young

fakta menyebutkan apabila tiga hari seseorang tidak tidur sama sekali, maka matilah ia.. Jadi, bukan berarti gapapa juga kalo kita ga tidur.. huaaaah..