Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan

16 November 2016

Gelindingan

Kehidupan ibarat roda yang melingkar.
Terkadang kita berada di titik teratas, tapi semuanya tidak bertahan lama.
Tunggu saja roda itu berputar sehingga kita berada di titik terbawah.

Oke, ini semua klise dan gw gak pernah bermaksud untuk bikin blog motivasi.
Gw cuma mau membagikan hal-hal yang sempat melintas di dalam pikiran gw.
Pernah gak kita berpikir bahwa kehidupan bukan hanya berputar seperti roda.
Bukan cuma menunggu kita berada di titik teratas atau terjatuh hingga di titik terbawah
Melainkan :

menghancurkan roda tersebut

Pemikiran ini terinspirasi dari film seri favorit gw Game of Thrones.
Di situ ada tokoh seorang ratu yang memulai mengumpulkan kekuatannya benar-benar dari gak punya suatu apapun.
Dia punya strategi dan intuisi yang tepat, dan tentunya disertai hati yang tulus.
Ketika dia berusaha mengambil kembali kursi kekuasaan yang dahulu memang dimiliki oleh bangsanya,
salah seorang penasehatnya mengatakan, "Kekuasaan itu gak akan ada habisnya, semuanya akan berputar seperti roda"
Tetapi Si Ratu ini berkata bahwa dia gak akan membiarkan roda itu menentukan posisinya sekarang ada di bawah atau di atas
Melainkan dia akan menghancurkan roda tersebut.

Konsep ini yang pengen gw bagikan, Jangan pernah orang mendefinisikan kita sedang berada di titik mana dalam roda kehidupan ini.
Karena kita bukan sebuah jiwa yang dibungkus fisik untuk menggelinding pada sebuah roda.
Kita punya kemampuan untuk berjalan lurus ataupun mendaki tanjakan curam.
Ketika menanjak itu, kita berada dalam posisi harus mengeluarkan energi lebih untuk mencapai puncak.
Itulah sebabnya untuk mencapai posisi di atas, pasti gak mudah, ada usaha lebih yang harus dikeluarkan.
Orang bilang yang sulit itu mempertahankan posisi kita sekarang daripada meraihnya. Iya, betul.

Fase yang beda lagi : Mempertahankan.

16 November 2014

Gagal

Beberapa minggu yang lalu, gw sempet nonton film judulnya "Meet The Robinsons". Sebenarnya film yang salah dicopy untuk ditonton di notepad gw. Gw kira tadinya ini adalah film drama komedi tentang keluarga gitu. Taunya sebuah film kartun. Jengjeng kan.

Gw gak begitu suka film kartun. Kalo kata mama, itu film boongan, karena hanya dibuat-buat. Makanya bete pas tau gw salah film. Tapi karena belakangan ini butuh instrumen untuk membunuh malam, tepatnya sih membunuh pikiran yang datang sesaat sebelum tidur, maka gw putuskan untuk menonton film kartun tersebut.

Awalnya sih ya biasa aja lah. Film seorang anak lelaki yatim piatu, tapi super jenius. Sampe suatu saat dia dibawa ke dunia masa depan, dan ketemu dengan sebuah keluarga yang super aneh. Tibalah waktu dia makan bersama keluarga tersebut, dan keluar sebuah alat pengatur keluarnya selai kacang dan berry. Alat selai itu rusak, dan karena si anak ini super jenius, dia diminta untuk mencoba membenarkannya.

Si anak ini udah berusaha semampunya untuk memperbaik alat selai, tapi ketika dicoba, ternyata malah rusaknya lebih parah. Kerusakannya menimbulkan kekacauan, selainya muncrat ke seluruh keluarga yang sedang makan malam.

Tetapi anehnya, kegagalan anak tersebut malah disambut dengan riang gembira oleh seluruh anggota keluarga. Mereka malahan menari-nari mearayakan kegagalan tersebut. Ternyata prinsip mereka, dari sebuah kegagalan anda akan belajar sesuatu. Belajar cara untuk lebih baik lagi dan lagi.

Kegagalan yang ada bukan untuk disesali dan diratapi. Mungkin butuh waktu untuk membuat jalan pikiran kita mengubah sebuah kegagalan menjadi pembelajarn. 
Yang penting kita bisa bangkit (n+1) dari jumlah kegagalan yang kita alami. 

11 Oktober 2014

kata"nya"

Katanya.
Entah siapa yang mengambil peran "nya" dalam akhiran tersebut. Semacam kata-kata bijak, kata dari orang-orang tua pendahulu kita. Terkadang sulit dipahami, kalau kita gak mengalami sendiri.

Katanya, gak ada yang abadi di dunia ini. Ya, setiap waktu berharga. Momen yang tercipta itu unik. Mulai dari orang-orang yang terlibat di dalamnya, tempat sebuah peristiwa terjadi, hingga suasana yang membumbuinya.

Katanya, kita gak akan menghargai sesuatu sampai kita kehilangan sesuatu tersebut. Atau bahasa mudahnya, kita gak menyadari kita memiliki hal tersebut, hingga kita kehilangannya. Mungkin kita yang kurang peka, atau tidak bersyukur pernah memilikinya.

Katanya, ya katanya.

12 Desember 2013

Ojek Payung PRIBADI

Hari ini merupakan kali kedua gw menggunakan jasa ojek payung. Pertama kali waktu SMA dulu, waktu gw dan Tania mau ke pelataran parkir di Mall Kelapa Gading. Kali kedua ini juga sama halnya, waktu gw mau keluar gedung dan menuju pelataran parkir.

Hujannya cukup lebat dan berangin. Biasanya gw paling gak peduli sama hal-hal kaya gituan, tapi kali ini kayanya hujannya gak bersahabat, ditambah jarak tempuh yang cukup bisa membuat basah kuyup. Maka, gw putuskan menyewa ojek payung.

Si anak kecil penyedia jasa ojek payung ini matanya berbinar waktu melihat gw memulai melakukan kontak mata dengan dia. Secara, lokasi dia di seberang lobby gedung, makanya gw juga bingung gimana manggil dia. Untungnya dia bisa dikontak lewat mata. Hehe.

Kalo waktu pertama ngojek payung berdua, kami fokus membagi sebuah payung berdua agar diri kami masing-masing terlindungi. Kali ini gw cuma sendiri. Terjadilah sesuatu yang aneh ketika si anak kecil ini "menyerahkan" payungnya ke gw. Gw kaya bingung waktu mau ngambil payung yang mungkin salah satu harta paling berharga buat dia pada saat tersebut. Gw kira dia bakal ikut mendampingi gw, megangin payungnya itu. Gw pun udah siap berbagi satu payung berdua dengan si anak itu. Eh, tapi ternyata dia membiarkan gw megang payung itu sendiri. Sedangkan dia dengan mengendap-endap mengikuti gw dari belakang.

Sampai di tengah perjalanan, gw musti naik tangga dan di depannya ada kaca gedung yang bisa merefleksikan bayangan di depannya. Pas gw naik, diam-diam gw melihat si anak ojek payung dari refleksi kaca gedung tersebut. Dia mengikuti gw dari belakang dengan jarak kurang lebih 1,5 meter, dengan sambil  memeras bajunya. Memang pada saat itu hujan telah berlangsung selama setengah jam. Mungkin dia sudah berkali-kali bolak-balik mengantarkan para pengguna jasa ojek payung ke tempat tujuan mereka.

Waktu sampai di tujuan, gw memberikan sejumlah uang untuk jasa ojek payungnya, dan mengembalikan payung ke tangannya. Gak lupa juga ucapan terima kasih dan senyuman getir tapi datang dari hati. Haha.

Dari si anak kecil penyedia jasa ojek payung ini gw belajar bahwa masing-masing kita pasti punya ojek payung pribadi yang bakal dengan rela hati memberikan "payung" harta berharganya demi melindungi kita, dan dengan diam-diam setia mendampingi kita dari belakang, serta rela berkorban bermandikan hujan demi kita. Tapi bedanya kalo ojek payung mengharapkan imbalan atas jasa ojek payung yang telah diberikan, sedangkan ojek payung pribadi ini cukup mendapatkan imbalan dengan keselamatan dan kehangatan yang dapat kita rasakan.

Salah satu ojek payung pribadi yang mungkin gak pernah kita sadari adalah orangtua kita sendiri. Mereka pasti dengan rela hati menyerahkan segala sesuatu yang berharga dari mereka, rela mengorbankan diri mereka yang kehujanan, tetapi tetap mau mendampingi kita kapanpun juga.

17 November 2013

SATU banding 99

Mungkin gw orang dengan pikiran ternegatif yang pernah ada di dunia. :(

Salah satu orang terdekat gw dulu, sempet menyatakan itu. Gw orang yang memfokuskan penglihatan dan pikiran gw pada 1% kemungkinan terburuk, dibanding melihat 99% sisanya yang adalah kemungkinan terbaik yang akan terjadi. Karena 1% tersebut, yang cuma satu persen, gw lupa untuk melihat 99 sisanya yang adalah kemungkinan yang baik.

Gw punya penjelasan untuk pemikiran itu. Gw lebih suka mempersiapkan hal terburuk yang terjadi, dibanding memiliki harapan yang tinggi untuk sesuatu yang baik. Karena menurut gw 1% itu bisa merusak si 99%. Ingat peribahasa "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga" ? 

Jangan sampe ada setitik nila itu menetes di susu. Gw terlalu memikirkan cara untuk menghilangkan si 1% tersebut. Sampe gw lupa, sebenernya gw masih punya 99%. Tapi buat gw, semua itu harus 100%. Kalo si 1% bisa berubah jadi 99%, maka gw baru mau melihat dia sebagai 100%.

Terlihat naif memang. Karena gak ada yang mutlak, gak ada yang absolut di duni ini. Pasti ada yang cacat. Sama kaya peribahasa "Tak ada gading yang tak retak" 

Tapi tetep susah buat gw untuk gak melihat 1% itu. Kadang dia menjadi alasan-alasan gw untuk gak bertindak di 99% sisanya. Dia menjadi penghalang buat gw.

In the end, kayanya gw tau lanjutan dari pos ini tuh apa. Haha.
Let see the next post, peeps!

13 November 2013

Esai Pertama - Ketabahan Milik Wanita ?

Percaya gak percaya, ini esai pertama yang gw tulis. Yang adalah 5 tahun lalu. Tugas sekolah emang. Hahaha. Gw baru baca lagi, gara-gara lagi menggunakan PC yang menyimpan data-data lama. Dan, satu hal yang muncul di pikiran gw setelah membaca 1  paragraf pertama adalah "how thoughtful i am in that year?"

Waktu masih jadi ababil zaman SMA, ternyata gw bisa nulis kaya gitu. *Kayanya sih tuntutan supaya dapet nilai bagus* hahaha

Coba langsung dicekcok!



Ketabahan Milik Wanita?

Menurut anda, manakah yang lebih berani? Orang yang berani mati ataukah orang yang berani hidup? Orang yang berani mati ialah orang yang mempertaruhkan dan memberikan nyawanya sendiri demi suatu kepentingan. Kepentingan di sini dapat diartikan secara terpaksa maupun murni sebuah pengorbanan. Contohnya para pejuang yang rela berkorban untuk mendapatkan kemerdekaan negeri kita ini. Ataupun seorang ibu yang rela meninggal demi keselamatan anak yang dilahirkannya. Sedangkan orang yang berani hidup ialah orang yang mempertahankan nyawanya sendiri demi suatu kepentingan. Kepentingan di sini dapat diartikan sebagai sebuah egoisme manusia itu sendiri yang kita ketahui sekarang zamannya saling menggigit satu sama lain, maupun kepentingan untuk menunaikan amanat awal dari Sang Pencipta dirinya.
Menurut saya, orang yang berani hidup yang layak dikatakan lebih pemberani. Di tengah maraknya kasus bunuh diri disebabkam terhimpit masalah ekonomi sampai pasangan yang selingkuh, di sinilah manusia diuji ketabahannya. Orang yang berani hidup berarti ia mampu bertahan dalam pencobaan dalam setiap jengkal kehidupannya. Orang yang tegar berdiri sampai tiba saatnya ia dipanggil sendiri oleh Sang Kuasa. Bukanlah seperti orang yang berani mati, yang mati bukan karena panggilan Sang Kuasa, melainkan atas kehendak manusia. Pada saat ini, orang yang berani mati sangatlah jarang kita temukan dengan motivasi pengorbanan. Tidak ada lagi yang perlu dibanggakan dari sebuah keberanian menghadapi kematian. Mereka sendiri yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena sudah tidak mampu bertahan dalam dunia ini. Jadi, menurut saya, orang yang berani mati sama dengan orang yang takut hidup.

............................. (pembahasan buku Sintren)...........................

Pada awalnya saya bingung antara kesabaran dan ketabahan. Apakah setiap orang yang sabar ialah orang yang tabah? Atau orang yang tabah merupakan orang yang sabar? Orang yang sabar belum tentu orang yang tabah, tetapi orang yang tabah pastilah orang yang sabar. Orang yang tabah diberi kesabaran lebih untuk menjalani kehidupan yang telah ditakdirkan untuknya. Saya sangat kagum terhadap orang yang tabah menjalani kehidupannya. Saya juga percaya orang yang paling tabah dalam dunia ialah seorang wanita. Bukan berarti membuat kaum saya menjadi lebih superior daripada kaum pria. Pada kenyataannya, wanita memang diberi ketabahan yang lebih dibandingkan para pria.


 

11 November 2013

Tokoh Imajiner

Setelah bercakap-cakap kecil lewat BBM bersama salah satu sahabat gw, dengan gilanya gw menemukan sebuah teori. Teori kenapa kadang kita lebih suka hidup dalam mimpi.

Sesuatu yang udah ketauan jalannya, gak seru lagi.
Lebih enak berimajinasi untuk sesuatu yang gak mungkin.

Gw bukannya orang yang gak punya perencanaan. I do love PLAN! Gw sangat suka bagian merencanakan, gw suka semua yang teratur. Semua rencana yang gw buat atau yang gw ketahui, pasti gw jalankan dengan sebaik-baiknya. Gw orang yang stick to the plan. Kadang gw gak bisa, gak suka, dan gak mau melakukan perubahan atas rencana yang sudah dirancang sedemikian rupa.

Tapi dari percakapan gak penting barusan, gw sadar kalau semua yang udah direncanakan itu udah gak seru lagi, karena gw udah tau akhirnya seperti apa. Well done! pastinya.

Sedangkan untuk bagian lain dalam hidup ini, ada kalanya gw pengen menjadi seorang imajiner untuk ada di dalam kehidupan orang lain. Menyenangkan memang menjalaninya. Cuma gw tau, itu hanya imajnasi semata, gak mungkin dicapai. It is still and always UNREAL! :')

07 Agustus 2013

pacar itu: lawan dan kawan

Gw emang orang yang paling keras kepala di keluarga gw. Kalo udah maunya, tetep maunya, gak bisa diubah. Mau bumi gonjang-ganjing kaya apapun, kalo udah gw bilang nggak ya nggak. Gw besar di keluarga dengan dominasi ibu yang menjadi pengambil keputusan.

Bertemulah dengan si pacar, yang juga sama keras kepalanya kaya gw. "sama batunya" kalo kata orang. Dan dia besar di keluarga dengan dominasi ayah sebagai pengambil keputusan.

Kebayang kan gimana kalo kita lagi sama-sama keras kepala dan teguh pada pendirian masing-masing? Kaga ada yang mau ngalah.

Kalo kata orang, biasanya kita mencari pasangan yang mirip dengan ayah kita (kalo cewe), atau mirip dengan ibu kita (kalo cowo). Mencari sosok yang mirip dengan ortu lawan jenis kita.
Kalo kata gw, Itu BOHONG! hahaha

Kita manusia mencari pasangan yang sesuai dengan feeling kita.
Mencari pasangan yang sepadan untuk
dijadikan kawan ketika senada
dan juga
sepadan untuk dijadikan lawan ketika tak seirama


02 Februari 2013

Hulu, Hilir, dan Air

Hola! 

Postingan pertama di tahun 2013! :) 

Kali ini, gw akan berbicara mengenai hidup dan air. Manusia meng"ada"kan peradabannya pasti di sekitar aliran air. Sebagai catatan kecil, air itu mengalir dari mata air yang ada di pegunungan, hingga ke lautan. Dari hulu ke hilir. Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain udara bersih. Manusia sangat membutuhkan air bersih untuk kelangsungan hidupnya. Keeratan hubungan manusia dan air bersih tidak dapat diragukan lagi.

Beranjak jauh dari sana, seringkali kita mendengar istilah "jalani saja hidup seperti air mengalir". Dulu, memang gw penganut dari istilah itu. Gw orang yang mengikuti peraturan, orang yang merupakan tipikal orang-orang "pada umumnya". 

Namun, ketika dipikir ulang lagi, seperti yang udah gw bilang di atas tadi, air mengalir dari hulu ke hilir. Di mana hulu adalah tempat yang tinggi, dan hilir adalah tempat yang rendah. Jadi, hidup gw akan mengalir ke tempat yang rendah?

Gak bisa gitu, men. 

Kita harus punya tarikan untuk meningkat ke atas. Tarikan itu apa hayo? Tarikan itu ya mimpi-mimpi lu. Mimpi-mimpi yang mau lu lakukan di dalam hidup lu ini. 

Sekarang, saatnya cari tau apa mimpi kita dan wujudnyatakan mimpi itu. 

Selamat bermimpi! :)

19 Oktober 2011

Astral Projection + Inception

Kali ini saya akan menceritakan kehidupan yang selama ini saya sebut mimpi. Mimpi yang merupakan kegiatan alam bawah sadar saya ketika tidur, ternyata berbeda dengan definisi mimpi dari orang lain. Dan baru hari ini saya mengetahuinya.

ASTRAL PROJECTION
Selama ini ketika bermimpi, saya bukanlah menjadi diri saya sendiri di dalam mimpi. Melainkan, saya menjadi Tuhan di dalam mimpi tersebut. Saya tidak mengalami apa yang "diri saya" lakukan dalam mimpi tersebut, tetapi saya hanya mengikutinya dari belakang dan melihat "diri saya" melakukan kegiatan tersebut. Kalau diibaratkan sebuah cerita, saya mengambil sudut pandang penulis sebagai orang ketiga. Mata orang ketiga.

Ketika saya menceritakan kehidupan yang saya kira selama ini adalah 'mimpi', ternyata dianggap aneh oleh teman saya. Menurutnya, mimpi yang seharusnya adalah saya mengalami kegiatan yang dilakukan oleh "diri saya" dalam dunia mimpi. Bukan saya melihat "diri saya" melakukan sesuatu.

Teman saya yang lain menyatakan bahwa saya mengalami ASTRAL PROJECTION. Yaitu saat di mana roh (vragel) anda keluar dari tubuh anda, sehingga anda dapat melihat tubuh anda, bukan merasakannya. Sebenarnya bukan roh, tetapi vragel, entah istilah apa itu. Yang pasti, astral projection ini dapat dijumpai pada saat anda mimpi, atau keadaan koma, atau tidak sadarkan diri.

Katanya yang parah adalah, ketika vragel itu keluar, vragel tersebut bisa nyasar dan tidak kembali ke tubuh tersebut. Atau sebaliknya, tubuh yang kosong dapat diisi vragel orang lain.

Untungnya saya jarang bermimpi dalam tidur saya. Hehehe.


INCEPTION
Sejujurnya saya lupa, apakah saya pernah menceritakan ini di blog. Ini adalah pengalaman semasa kecil saya, jauh sebelum film Inception keluar.

Begini keadaannya. Saya tidur, ngorok, ngiler, ngompol, *ups*. Salah! hehe..
Saya tidur, ngorok, dan bermimpi. Kemudian, saya berusaha untuk bangun dari mimpi saya tersebut. Saya berhasil bangun, tetapi ketika saya bangun, ternyata saya berada di mimpi lain lagi. Jadi saya bermimpi dalam mimpi.

Suasana ketika saya bangun tersebut persis seperti keadaan kamar saya yang seharusnya saya bangun di dunia nyata. Tetapi ketika saya ingin membuka pintu kamar tidak bisa. Barulah saya benar-benar terbangun ke dunia nyata.

Ada yang bilang mungkin sebenarnya saya sudah bangun dan benar sudah keluar, tapi saya yakin bahwa saya masih ada di dunia mimpi yang lain lagi. Karena astral projection tadi, saya bisa melihat diri saya, bukan mengalami diri saya. Dari astral projection ini, saya bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan. Ketika bermimpi saya dapat melihat diri saya, sedangkan dalam dunia nyata, saya dapat merasakan diri saya tanpa saya melihat keberadaannya secara keseluruhan.

Setelah kejadin inception ini, saya sempat takut tidur dan terus memikirkan hal ini. Saya takut ketika saya tidur sama dengan saya masuk ke dunia mimpi yang lebih dalam lagi, ketika saya bangun, saya tidak keluar dari dunia tersebut. Dan saat hari tersebut saya harus tidur lagi, maka saya akan masuk ke dalam dunia mimpi yang lebih dalam lagi. Seperti mimpi kuadrat jadinya. Makanya saya takut untuk tidur beberapa hari ke depannya. Saya takut suatu saat saya sudah terlalu dalam masuk ke dalam dunia mimpi dan tidak dapat bangun kembali.